youtube.com/channel/UCb1c9FyT7vlMz0Qj9OH4Wiw/about

Senin, 14 November 2022

Antar Lintas Sumatera, Sang Legenda Dari Provinsi Sumatera Utara

 
Antar Lintas Sumatera, Sang Legenda Dari Provinsi Sumatera Utara 
Halo Agan dan Sista! Selamat pagi, siang, sore dan malam bagi Gansis di seluruh dunia. Kali ini, ane bakal bahas seputar PO ALS yang melegenda asal Sumatera Utara.

Kadang-kadang jika melintas di jalan Lintas Sumatera, ane berpapasan dengan bus yang satu ini. Ya, Antar Lintas Sumatera, atau biasa disingkat ALS, yang biasa menggunakan livery berwarna hijau dan dikombinasikan dengan warna oranye.


PO yang satu ini, sering dijuluki "Si Raja Paket" sebab masih bertahan dengan pengiriman paket, karena mulai tergusur oleh tiket pesawat yang kian semakin murah dengan adanya LCC atau "Low Cost Carrier".
 

Pelopor bus jarak jauh di Indonesia ini berawal di tanggal 29 September 1966. ALS didirikan awalnya benar-benar dari 0, bermodal bus-bus dari Amerika yang melayani trayek Mandailing Natal - Medan, disusul trayek Mandailing Natal - Bukittinggi.

Tak disangka-sangka, ternyata respon masyarakat Mandailing dan masyarakat Medan yang ingin menuju ke kota Mandailing Natal sangat baik, sehingga ALS memindahkan garasi dan kantor pusat ke kota Medan.

Tahun 1972, barulah ALS merambah trayek ke kota-kota lainnya di Pulau Sumatera, seperti Aceh, Padang, Palembang, Jambi, Pekanbaru, Bandar Lampung dan lain-lain.

Pada era 70an sebelum kendaraan bisa menyeberang di pelabuhan Merak - Bakauheni, ALS sudah membuka trayek ke Pulau Jawa dengan bantuan agen di Pelabuhan Merak. Jadi, penumpang dapat menyudahi perjalanannya dengan bus ALS, lalu menyeberang dan menyambung kembali dengan bus lain ke kota-kota di Pulau Jawa.


Pada era 80an, kendaraan mulai bisa menyeberang di Pelabuhan Merak - Bakauheni dan sebaliknya. Inilah awal dari kejayaan PO ALS. ALS pada era 80an sampai 90an pun mulai membuka trayek langsung ke kota-kota di Pulau Jawa, tanpa transit sama sekali. Bahkan, ane mendengar dulu ALS pernah membuka trayek dari Medan ke Denpasar, Bali. Bisa dibayangkan, waktu tempuhnya saja sudah seminggu lebih, jarak yang ditempuh sudah lebih dari 3.200 kilometer melewati Lintas Tengah Sumatera.

ALS pun terus berkembang sampai sekarang, akhirnya pada era saat ini ALS memiliki lebih dari 400 armada bus yang melayani trayek jarak jauh, mulai dari bus yang menggunakan sasis OF 1623, OH 1521, sampai bus dengan sasis O 500 R 1836 pun juga ada.


Entah siapa yang mengawali ini, padahal sebelumnya ALS menggunakan sasis Dodge, Chevy atau merk Amerika lainnya. Mungkin ingin mengikuti PO-PO lain, yang sudah mengganti bus-bus Amerika ke bus dengan sasis Mercedes-Benz.

Raja Lintas Sumatera ini juga kebanyakan masih menggunakan sasis legendaris OH 1521. Sasis ini masih diandalkan sebab memiliki mesin yang tangguh, sistem mekanik dan suspensi yang sangat nyaman, bahkan beberapa orang bilang lebih nyaman ketimbang airsus. Walau memang, OH 1521 sudah mulai digantikan oleh sasis baru seperti OH 1526, 1626 dan lainnya, serta kurang disukai beberapa cincu dan driver karena sistemnya yang sudah terbilang jadul.


Antar Lintas Sumatera atau yang biasa disingkat ALS ini juga sangat terkenal dengan livery hijaunya. Dulu, ALS menggunakan livery berwarna merah, namun pada era 80-90an berubah menjadi putih, lalu berubah menjadi hijau. Baru-baru ini livery ALS juga telah di-update mengikuti perkembangan zaman.

Biasanya, ALS menggunakan body dari karoseri Rahayu Santosa, Laksana, Adiputro, Cipta Karya, Tentrem, dan karoseri lainnya. ALS juga punya banyak bus dengan body buatan bengkel Kartim di Medan, serta bus-bus yang sudah dirombak juga ada.

ALS juga merupakan salah satu PO di Sumatera yang tak pernah menggunakan tameng kaca. Alasannya karena ALS ingin merubah citra Jalan Lintas Sumatera yang rawan pelemparan batu, walau memang kadang bus milik PO ALS terkena lemparan batu baik kaca samping atau kaca depan.

Untuk sekali jalan dari Medan ke Jakarta, sebuah bus ALS dengan sasis Mercedes-Benz OH 1626 menghabiskan 7 juta rupiah, sudah termasuk biaya BBM dan penyeberangan, belum termasuk biaya tol, kerusakan di jalan, dan biaya lainnya. 

Sementara, untuk waktu tempuhnya beragam, kalau lancar trayek Medan-Jakarta bisa ditempuh dengan waktu 3 hari dan 2 malam saja melewati Lintas Tengah Sumatera, kalau kurang lancar bisa 4 hari bahkan 5 hari jika bus mengalami kerusakan yang cukup parah di jalan.


Umumnya, ALS ini membawa 4 kru bus, terdiri dari cincu atau driver 1, driver 2, kernet 1 dan kernet 2. Semua kru berperan sebagai mekanik, walau memang kadang-kadang dalam 1 bus ALS membawa 1 mekanik tambahan Gansis.

Kepemilikan dari bus ALS ini ada beberapa orang bukan hanya seorang saja, ada banyak pemilik atau yang biasa disebut "Toke" dari bus-bus ALS. Toke dari bus-bus ALS biasanya merupakan anggota keluarga besar pendiri PO ALS. 


Antar Lintas Sumatera ini melayani berbagai kelas, mulai AC Non Toilet yang berkapasitas sekitar 44 orang tanpa toilet, AC toilet yang berkapasitas sekitar 38 penumpang, Executive Class 28 seat dengan kapasitas 28 penumpang yang memiliki legrest, dan Super Executive dengan kapasitas 21 penumpang dengan seat 2-1.

PO satu ini juga terkenal dengan harga tiketnya yang paling murah diantara PO-PO lainnya. Jakarta-Medan di kisaran 410 ribu untuk AC non toilet, sementara AC toilet ada di kisaran 500 ribu. ALS juga sekarang bertahan dari paket, sebab penumpang sekarang mungkin makin sedikit. Paket yang dibawa bus-bus ALS ini juga sering mencapai ke atas atapnya, saking banyaknya.


Gaji crew dan setoran ke toke juga tak menentu. Bila "sewa" atau penumpang dan paket banyak, gaji crew dan setoran ke toke juga banyak. Bila penumpang sedikit dan paket juga sedikit, gaji crew dan setoran ke toke juga sedikit, malah kadang penumpang dan paket tak mencukupi hanya untuk menutupi biaya solar dan penyeberangan, pernah juga beberapa kali sebuah bus milik PO ALS ini berangkat tanpa penumpang.

ALS terkenal dengan istilah "naik bukan siapa-siapa, turun jadi saudara". Sudah banyak pengalaman orang-orang yang seperti ini, sesampai di tujuan jadi kenal bahkan sudah seperti saudara dengan crew dan penumpang lainnya, saking lamanya perjalanan. 


Ane berharap sih semoga "update" bus-bus ALS ke bus keluaran terbaru terus berlanjut, serta melakukan inovasi secara terus menerus agar tak ketinggalan dengan PO-PO lain yang sudah melakukan inovasi. Tak lupa, ane juga berharap pelayanan dan kenyamanan terus ditingkatkan, sebab dari kenyamanan dan pelayanan itu salah satu "meteran" penumpang sebelum menaiki bus ini.

Jadi, gimana pendapat Gansis seputar ALS ini? Oh iya, ane akan sangat berterima kasih jika Gansis membetulkan informasi di thread ini yang salah!

Pic: Terlampir
Narasi: Opini Pribadi
Disclaimer: Thread ini tak bertujuan untuk mempromosikan ALS, thread ini hanya bertujuan untuk mengenalkan ALS lebih jauh.







ANS Legenda dari ranah minang

Setengah Abad Berlalu,ANS Setia Melaju Mewarnai Cerita Perantau Dari Tanah Minang



Menyambung tulisan ane kemarin soal sejarah transportasi darat di Indonesia,khususnya bus.Kali ini ane akan ajak gan sist berkenalan dengan salah satu legenda transportasi di Sumatera,kalau kemarin kita bahas ALS kali ini ane akan membahas ANS emoticon-Big Grin

Mungkin ada yang bertanya,ada hubungan apa ANS dengan ALS ?,yang pasti mereka bukan adik kakak gan emoticon-Ngakak (S)
Memang sekilas namanya hampir mirip,salah satu hal mencolok yang membedakan adalah asal daerahnya,ALS dari Sumatera Utara.Sedangkan ANS dari Sumatera Barat,yuk kita geser sedikit ke arah barat menuju kota Bukittinggi Sumatera Barat emoticon-Big Grin

Sama seperti ALS,nama dari ANS memiliki akronim dibaliknya yaitu Aman Nyaman dan Sampai Tujuan.Didirikan sekitar tahun 1960 oleh Anas Sultan Jamaris di Bukittinggi,Sumatera Barat.Ane coba cari info yang lebih mendetail,tapi belum menemukan kapan tepatnya PO bus ini didirikan.Yang pasti sekitar tahun 1960-an,seangkatan sama ALS juga nih emoticon-Big Grin

Bus ANS menyebrangi sungai,tahun 1970an

ANS dalam foto diatas banyak yang menyebutnya sebagai Chevrolet Division 74,ada juga yang menyebut bus tersebut dengan model 1970 ke atas atau β€˜C Goreh’ karena tipenya adalah C/150.Bisa jadi kendaraan ini adalah bus generasi pertama yang menjajal berbagai jalan yang ada di Sumatera Barat pada zamannya gan sist emoticon-Belo

Bagi masyarakat zaman dulu,kendaraan ini dianggap barang mewah dan langka karena tidak semua orang mampu menaikinya.Pada masa itu,klakson bus yang ada di Minangkabau berbunyi mendayu-dayu, yang dikenal dengan istilah β€˜kalason oto’.ANS merupakan PO asli Sumatera Barat yang punya jasa besar,mengantarkan para perantau minang menuju kota-kota di Sumatera dan Jawa.Salah satu pelopor transportasi bus di Sumatera Barat,menjadikan daerah Sumatera bagian barat menjadi daerah paling maju dibidang transportasi.
                                              ANS sedang parkir menunggu jam berangkat

Siapa sangka gan pada masa jayanya,bus ini pernah melayani rute Banda Aceh di ujung Sumatera sampai Denpasar,Bali emoticon-Belo
Sama seperti ALS yang pernah menjelajah Bali pada masanya,perusahaan bus Sumatera memang menggila ya gan sist soal trayeknya diera 80-90an.Pada era 1980-1990 bersama PO bus lain seperti ALS,NPM,PMTOH, dan SAN.Menjadi jajaran pemain top dilintas Sumatera gan sist,sayangnya trayek Aceh-Denpasar sudah tidak beroperasi lagi.Kalau masih beroperasi,mungkin akan jadi salah satu trayek bus yang terjauh di Indonesia gan sist.
Gila gak sih Aceh-Denpasar cuy emoticon-Big Grin emoticon-Hammer (S) ,Medan-Jember saja butuh waktu tempuh kurang lebih 2 minggu.Berapa kira-kira waktu tempuh dari Aceh-Denpasar ? emoticon-Belo (yang tahu silakan komen

Sama seperti bus Sumatera pada umumnya,ANS juga punya trayek dari Sumatera menuju beberapa kota besar dipulau Jawa.Saat ini ANS melayani rute Pulang Pergi dari Jabodetabek dan Bandung menuju Padang,Solok,Medan dan beberapa kota lainnya di Sumatera.Untuk trayek yang lebih dekat, ANS melayani rute dari kota di Sumatra Barat, seperti Padang,Bukittinggi, Pariaman,menuju beberapa kota di pulau Sumatra, seperti Banda Aceh, Medan, Pekan Baru,Dumai,
Jambi, Palembang,Bengkulu.


ANS adalah salah satu bus yang setia memakai mesin dan chasis Mercedes-Benz selain ALS dilintas Sumatera,dari akhir 1970 sampai sekarang gan sist.Ini membuktikan bahwa Mercy memang cocok untuk melibas ekstrimnya lintas Sumatera emoticon-Cool
Selain setia dengan Mercedes,ANS juga setia hanya dengan satu karoseri,yaitu karoseri Morodadi Prima dari kota Malang.Semua unit bus ANS memakai body bus buatan Morodadi,bisa dilihat dari gambar diatas.Alih-alih memakai body Jetbus yang lagi naik daun,ANS setia tetap mempercayakan urusan body busnya pada Morodadi Prima.Bisa dibilang ini PO bus antimainstream yang gak ikut-ikutan tren body bus lainnya, seperti body Jetbus atau SR2 yang lagi ngetren sekarang emoticon-Big Grin
Konon katanya body buatan Morodadi adalah salah satu body yang paling kokoh di Indonesia,dan bagi PO bus Sumatera yang ingin memakai produk body Morodadi,bisa langsung memesan lewat PO. ANS ini gan sist emoticon-Big Grin


Grand Tourismo milik ANS,karoseri Morodadi Prima

                                                         Body Ventura 2,Morodadi Prima


Diatas merupakan body terbaru dari ANS buatan Morodadi Prima,dengan tampilan kaca tumpuk (bahasa kerennya double glass emoticon-Big Grin),menurut ane tampilan body Morodadi ini cukup sederhana dengan sekat pemisah kacanya seperti tren body bus sekarang.Dan tentunya gak kalah dengan produk Jetbus buatan Adiputro yang laris manis itu gan sist.Mengikuti tren itu memang penting untuk bertahan dibisnis transportasi,tapi dengan tidak mengikuti tren itu malah bagus,dimana kita bisa menciptakan tren kita sendiri.ANS salah satunya,dengan setia memakai produk Morodadi Prima,menjadikan keunikan sendiri bagi bus ini dikalangan penikmat transportasi bus dan para penumpang setianya.Tanpa mengikuti body Jetbus yang kekinian,mereka tetap bisa bertahan melaju dijalurnya.



ah diatas ada tiket sampul lawas milik PO. ANS,ane dapat dai salah satu blog busmania diinternet,membuktikan bahwa dulu terekam jejak ANS yang menembus pulau Dewata gan sist emoticon-Matabelo
Mungkin ini tiket era 90-an dimasa jayanya bus Sumatera,kira-kira adakah disini yang masih menyimpan tiket bus seperti diatas ? emoticon-Big Grin


Lebih dari setengah abad mewarnai kisah para perantau minang menuju tanah rantau,dan kembali mengantarkan ke kampung halaman mereka.Inilah ANS perintis transportasi darat dan salah satu legenda dijalur Sumatera,yang masih eksis sampai saat ini menemani kisah cerita rantau orang minang.



Sumber: Pemikiran pribadi TS














ALS Si Raja Paket

  

Secuil Kisah Sejarah Transportasi Indonesia,ALS Si Raja Paket Dari Sumatera Utara





Transportasi bus masih menjadi salah satu pilihan favorit masyarakat Indonesia,baik untuk jarak dekat maupun jarak jauh,antar kota antar provinsi bahkan sampai antar pulau.Bicara soal dunia transportasi darat,khususnya bus.Kali ini TS akan membagikan sedikit ulasan mengenai salah satu bus legendaris dari pulau Sumatera,bus itu adalah ALS (Antar Lintas Sumatera).

Bus legendaris asal Sumatera Utara (ALS),salah satu pelopor trayek bus jarak jauh di Indonesia. Dimana awalnya didirikan di Kotanopan,Mandailing Natal pada september 1966.Siapa sangka sudah lebih dari setengah abad,ALS melaju melintasi jalur Sumatera dan Jawa.Pada awal berdirinya ALS memulai dengan membuka trayek dari Muara Sipongi/Kotanopan ke Medan.


Menjadi salah satu pelopor transportasi penghubung antar kota di Sumatera,dengan membuka trayek dibeberapa kota.Mulai dari Pekanbaru, Banda Aceh,Bengkulu,Jambi, Palembang,Padang dan Lampung.Saat itu (1960-1970an) belum bisa menyebrang dari Bakauheni ke Mera,karena kapal yang ada belum mampu untuk mengangkut kendaraan besar. Penumpang yang mau melanjutkan ke pulau Jawa harus menyudahi perjalanannya,dengan melanjutkan menumpang kapal untuk menyebrang selat Sunda.


Di era 80-90an ketika kapal ferry mulai berlayar diselat Sunda,ALS pun membuka jangkauan trayeknya.Dari sebelumnya hanya melayani penumpang antar kota dipulau Sumatera,mereka membuat gebrakan baru.Dengan membuka trayek dari Medan sampai beberapa kota di pula Jawa seperti,Jakarta,Solo,Jogja,Surabaya hingga Denpasar emoticon-Belo
Bisa banyangkan gan sist,betapa jauh jarak yang harus ditempuh ALS,tahun 80-90an bisa dibilang era jaya bus ALS.Sekali perjalanan bisa menempuh kurang lebih 3000 km jauhnya emoticon-Belo


Salah satu livery ALS dengan gambar kupu-kupu

Setelah sukses membuka trayek menuju kota-kota besar di pulau Jawa,ALS melanjutkan gebrakannya dengan menjelajah beberapa kota kecil di Jawa Timur.Seperti trayek Medan-Surabaya-Malang,dan yang paling jauh dan masih eksis sampai saat ini Medan-Jember.Menjadi salah satu trayek terjauh di Indonesia saat ini,bagi TS yang berdomisili di Jatim,bertemu ALS di jalan merupakan momen yang langka.Tidak setiap hari bisa melihatnya berseliweran dijalan.

Ane merasa bangga dan terkesan,bisa bertemu bus ini dijalan,salah satu bus legendaris dari Sumatera.Bangga karena ALS merupakan bagian dari sejarah transportasi di Indonesia,dan juga mungkin hanya di Indonesia ada bus menempuh jarak kurang lebih 3000 kilometer sekali jalan untuk rute Medan-Jember emoticon-I Love Indonesia (S)


Pada tahun 2012 Kementrian Perhubungan RI menobatkan trayek Medan-Jember sebagai rute otobus terjauh,FYI gan sist jarak Medan ke Jember adalah 2.945 kilometer,hampir menyentuh angaka 3000 emoticon-Belo
Bus ALS jurusan Medan-Jember ini melewati tiga per empat bagian dari Pulau Sumatera dan tiga per empat bagian dari Pulau Jawa emoticon-Big Grin emoticon-Belo



Bus ini sudah melewati puluhan kota di Sumatera dan Jawa,tentu perjalanan akan lebih lama.Mungkin seminggu untuk trayek ini (ane belum tahu tepatnya berapa) cmiiw,teman ane dulu Medan-Jakarta ditempuh sekitar 3-4 hari.Walaupun perjalananya cukup jauh,nyatanya trayek ini masih bertahan sampai sekarang.Medan-Jakarta via jalur lintas tengah Sumatera menawarkan pemandangan alam yang eksotis,karena melewati dua danau besar di Sumatera.Danau Singkarak dan danau Toba emoticon-Belo



Selain dikenal dengan trayek jarak jauhnya,ALS juga mendapat julukan sebagai Raja Paket Dari Sumatera.Nah kalau melihat bus ALS di jalan,coba perhatikan atap bus.Pasti ada tumpukan barang menumpuk,dari paket itu lah gan sist salah satu rejeki kru berasal.Walaupun membawa paket barang diatap bus adalah salah satu ciri khas bus Sumatera,tapi ALS lah yang paling identik dengan bus pembawa paket barang ini dilintas Sumatera.

Samapai mendapat julukan Raja Paket Dari Sumatera,karena paket yang cukup banyak yang dibawanya.Dari Sumatera ke Jawa,maupun sebaliknya,melalui ekstrimnya lintas Sumatera.Tak salah julukan Raja Paket disematkan pada bus ini.

(Kru ALS sedang menata paket barang)
(Kru ALS sedang menata paket barang)

Awak bus ALS sendiri, biasanya dilengkapi oleh 2 sopir dan 2 kondektur (terkadang ditambah 1 mekanik) selama perjalanan,kalau sekarang cuma 2 kondektur dan 2 sopir.Terkadang juga kru bus ALS menjadi mekanik bagi busnya sendiri,ketika ada masalah pada bus dijalan.

Rute yang panjang dan menguras tenaga,mungkin sudah dianggap seperti hiburan oleh mereka ya gan sist.Melintas Jawa-Sumatera,singgah diberbagai kota dan bertemu dengan beragam jenis orang,bisa menjadi penghilang penat mereka yang rela berhari-hari tidak bertemu keluarga.


Yang unik dari penuturan kawan ane,armada ALS ini adalah titipan,tidak ada pemilik tunggal dari keseluruhan bus als ini.
Bisa dilihat dari nomor yang tertempel pada body bus, semisal dari nomor 351 jika akhiran nomor adalah angka 1 maka bus itu milik ketua dari PT. ALS tersebut,nomor akhiran 2 diketahui milik keluarga H.Kolol,nomor akhiran 5 milik keluarga Japarkayo,dan seterusnya.Dimana angka terakhir adalah kode dari pemilik bus tersebut,bisa dibilang seperti bisnis keluarga.CMIIW gan sist,kalau ada yang tahu soal kode pada bus ALS silakan dikomen nanti emoticon-Big Grin


Untuk dapur pacu yang digunakan,ALS ini identik dengan mesin dan chasis Mercedes-Benz.Walaupun pada awal terbentuknya memakai chasis chevrolet dan Dodge,tapi setelah itu ALS setia menggunakan chasis dan mesin Mercy.Sering kali ane bertemu ALS dijalan pasti melihat logo Mercy dibody atau tulisan dikacanya.Seperti foto diatas,dikaca tertempel tulisan O500RF 1836.Adalah tipe mesin Mercy yang digunakan bus tersebut,dengan dibalut body Legacy Sky SR1 dari karoseri Laksana (Ungaran,Semarang).Mungkin dari pihak manajemen ALS punya pertimbangan sendiri,kenapa memilih setia pada mesin Mercedes-Benz sampai sekarang.Jalur lintas Sumatera yang cukup ekstrim mungkin cocok dengan mesin Mercy,dan juga ketahanannya karena melintasi puluhan kota dari Sumatera sampai Jawa.

Itu tadi sejarah singkat ALS,Raja Paket Dari Sumatera,walaupun dibutuhkan perjalanan yang cukup lama untuk sampai tujuan.Nyatanya bus ALS tetap jadi favorit bagi masyarakat untuk kembali ke kampung halaman di Sumatera maupun Jawa.Terbukti dari trayek jarak jauhnya yang bertahan sampai sekarang,tidak mudah bagi ALS bertahan sampai sejauh ini.Apalagi adanya pesawat,membuat beberapa orang berpikir 2 kali untuk naik bus menuju Sumatera dengan bus.


Harapan ane sih dengan dibangunnya tol trans Sumatera kedepan,mampu memberi dampak positif bagi transportasi bus,khususnya bus Sumatera yang melintas jalur Sumatera-Jawa.


Dan ketika tol tans Sumatera benar-benar selesai dibangun,harapannya transportasi bus bisa jadi alternatif ketika tiket pesawat melambung tinggi,mungkin dalam jarak tempuh bus akan kalah dari pesawat.Tapi satu hal yang kita tidak dapatkan dari pesawat,pemandangan alam eksotis yang kita lewati saat melewati lintas Sumatera adalah bonus yang luar biasa indahnya.


Apalagi jika melewati jalur lintas tengah Sumatera yang melewati danau Singkarak dan danau Toba,sungguh hal yang menakjubkan dan tidak terlupakan tentunya.





Sekian dulu dari ane,sampai bertemu lagi emoticon-Toast