NPM, Usia Hampir Seabad Tetap Setia Menemani Perantau Sumatera Barat
Halo Agan dan Sista! Selamat pagi, siang, sore dan malam bagi Gansis di seluruh dunia! Kali ini, ane bakal bahas seputar NPM, yang berusia hampir seabad tapi masih tetap setia menemani perantau dari Sumatera Barat.
Melihat bus berwarna putih dengan livery ombak berwarna hijau, kuning, dan merah mengingatkan ane dengan NPM. Yup, NPM yang telah berdiri jauh sebelum proklamasi ini memang sangat terkenal di kalangan perantau.
NPM yang merupakan akronim dari "Naikilah Perusahaan Minang" ini berdiri pada tahun 1932, ketika Baharuddin Sutan Babangso Nan Kuniang mendirikan sebuah perusahaan otobus yang melayani trayek-trayek dalam provinsi Sumatera Barat, yang dinamai "NPM".
NPM yang merupakan akronim dari "Naikilah Perusahaan Minang" ini berdiri pada tahun 1932, ketika Baharuddin Sutan Babangso Nan Kuniang mendirikan sebuah perusahaan otobus yang melayani trayek-trayek dalam provinsi Sumatera Barat, yang dinamai "NPM".
Pada era 70an, NPM mulai membuka trayek AKAP jarak jauh, seiring dengan hadirnya PO-PO yang menghadirkan trayek AKAP jarak jauh. Trayek awalnya adalah Padang ke kota-kota di Pulau Sumatera, seperti Pekanbaru, Bengkulu, dan lain-lain.
NPM semakin diminati masyarakat dan semakin berjaya, lalu pada tahun 1980an NPM mulai membuka trayek ke Pulau Jawa. Inilah era kejayaan puncak pertama NPM. NPM terus menambah trayek, menambah armada, hingga pada krisis ekonomi 1998 NPM tiba-tiba menurun. Dari yang awalnya mengoperasikan ratusan armada, hanya 40an armada yang beroperasi, sebagian besar armada dijual untuk menutupi ongkos operasional.
Era akhir tahun 90an sampai 2000an inilah masa-masa tersulit NPM. Mulai dari krisis ekonomi sampai tergusur oleh tiket pesawat yang semakin murah. NPM semakin down, bahkan pada tahun 2009 hanya 29 armada yang ada dan beroperasi.
Terus bangkit, terus berlari yang tadinya berjalan lesu. NPM berlari semakin kencang, dan sekarang hasilnya, NPM kembali menjadi pilihan masyarakat. Kursi-kursi terisi, dan armada bertambah. NPM akhirnya memasuki masa-masa kejayaan keduanya pada era sekarang ini.
Bicara seputar sasis, NPM selalu mengandalkan sasis Mercedes-Benz. Sedari dulu, NPM selalu setia dengan sasis Mercedes-Benz. Mulai OF 1113 pada awalnya, OH 1113, OH 1518, OH 1521, OH 1525, sampai saat ini OH 1526 dan OH 1626. Bahkan, NPM memiliki beberapa armada dengan sasis O500R 1836 yang merupakan sasis premium dari Mercedes-Benz.
Kalau bicara seputar karoseri, armada terbaru NPM ini mengandalkan body besutan karoseri Laksana, Tentrem, dan Rahayu Santosa. Sayang, Rahayu Santosa sudah tutup, jadi NPM tak bisa lagi memesan body di karoseri RS tersebut. NPM juga punya beberapa armada dengan karoseri Adiputro, tetapi armada itu adalah armada lama.
Jenis body yang digunakan untuk armada terbarunya HD atau HDD. Sebab, kebanyakan sasis yang dimiliki oleh NPM tak support body SHD. O500R 1836 milik PO NPM juga belum di-rebody, jadi masih menggunakan body lama buatan Rahayu Santosa.
Jenis body yang digunakan untuk armada terbarunya HD atau HDD. Sebab, kebanyakan sasis yang dimiliki oleh NPM tak support body SHD. O500R 1836 milik PO NPM juga belum di-rebody, jadi masih menggunakan body lama buatan Rahayu Santosa.
Kelas yang dilayani oleh NPM setahu ane yang beroperasi saat ini terbilang sedikit, hanya Bisnis AC dan Executive Plus saja. Perbedaan ada di armada, fasilitas dan lain-lain. Untuk Bisnis AC, menggunakan armada dengan sasis lawas (biasanya masih pakai Kuler Jahat) dan body lawas, seperti Marcopolo atau body lain, serta tak ada charger USB. Sementara Executive Plus menggunakan armada dengan sasis terbaru, mulai OH 1526 sampai O500R 1836. Untuk body biasanya menggunakan body Legacy SR2 terbaru dari karoseri Laksana, serta dilengkapi dengan usb charger.
Sistem penjatahan BBM dari NPM ini mungkin adalah "solar jatah". Jadi, driver bisa mengambil sisa uang jatah BBM bila menyetir dengan irit. Tujuannya tentu mengirit biaya sparepart, dan membuat penumpang menjadi nyaman karena driver umumnya tak ugal-ugalan.
Bicara seputar pengalaman sih ane belum pernah Gansis
. Sebab, kampung halaman ane ada di Jakarta, dan NPM mungkin belum melayani trayek Lampung-Jakarta. Serta, loket NPM tak ada di dekat rumah ane. Mungkin ane akan naik NPM bila ingin menuju ke Sumatera Barat.

Jadi, gimana pendapat Gansis seputar NPM? Oh iya, ane akan sangat berterima kasih bila Gansis mengoreksi informasi di thread ane yang salah!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
silakan gunakan bahasa yang sopan ya guys ,selamat membaca